Pajak Karbon

Berkenalan Dengan Pajak Karbon

Pajak karbon adalah sebuah bentuk instrumen ekonomi yang diterapkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendorong penggunaan sumber daya yang lebih ramah lingkungan.

Prinsip dasarnya adalah memberlakukan pajak pada emisi karbon. Pengenaannya bermaksud menggugah kesadaran bagi perusahaan dan individu agar mengurangi emisi karbon.  Emisi ini merupakan hasil dari penggunaan bahan bakar fosil. Residu  ini selanjutnya akan membentuk efek rumah kaca dan perubahan iklim pada bumi.

Konsep pengenaan pajak karbon dapat dianalogikan dengan misalnya pajak rokok atau alkohol, dimana pajak berasal konsumsi rokok atau alkohol. Hal ini bertujuan agar terbentuk insentif ekonomi berupa pengurangan konsumsi rokok atau alkohol yang dianggap merugikan kesehatan.

Maksud Pemberlakuan

Dengan memberlakukan pajak ini, pemerintah dapat menciptakan biaya ekonomi untuk penggunaan bahan bakar fosil, mendorong insentif ekonomi yaitu agar perusahaan dan individu berupaya mencari alternatif yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Manfaat

Pendapatan dari pajak karbon tersebut juga dapat digunakan untuk mendukung proyek-proyek energi terbarukan atau inisiatif lingkungan lainnya. Penerapannya adalah bagian dari strategi pemerintah dalam upaya mengatasi perubahan iklim dan mempromosikan transisi menuju ekonomi rendah karbon.  Selain itu, pendapatan dari pajak karbon dapat digunakan untuk mendukung proyek-proyek lingkungan atau untuk mengkompensasi dampak ekonomi pada sektor-sektor tertentu yang mungkin terkena dampak negatif.

Pengenaan

Pajak karbon dapat dikuantifikasi berdasarkan jumlah emisi karbon yang dihasilkan oleh suatu aktivitas atau produksi. Cara umum untuk mengkuantifikasinya adalah dengan:

1. penetapan tarif  pajak, dalam hal ini  Pemerintah menetapkan tarif pajak karbon per satuan emisi. Misalnya, tarif bisa dinyatakan dalam jumlah uang per ton karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan, selanjutnya adalah

2.  pengukuran emisi, dimana perusahaan atau individu yang memiliki emisi karbon diukur jumlah emisinya. Ini dapat melibatkan pemantauan langsung emisi atau menggunakan data historis dan faktor emisi yang diberikan, berikutnya

3. Perhitungan Pajak, yaitu besaran pajak yang harus dibayar dihitung dengan mengalikan jumlah emisi (dalam ton) dengan tarif pajak karbon yang telah ditetapkan.

Pendekatan ini memberikan insentif ekonomi untuk mengurangi emisi karbon karena biaya pajak akan linier atau meningkat seiring dengan peningkatan emisi.

Pemberlaku

Beberapa negara telah menerapkan kebijakan pajak karbon pada tingkat regional dan nasional, misalnya Amerika Serikat dan Kanada. Beberapa negara lain memiliki mekanisme atau kebijakan ekonomi lain sebagai upaya pengurangan pemanasan global misalnya Uni Eropa yang memberlakukan perdagangan karbon/perdagangan ijin emisi dan Jepang sedang mengkaji untuk juga memberlakukan perdagangan karbon. Negara-negara Asia dan Oseania, sebagaimana Indonesia diantaranya berkomitmen pada inisiatif pembangunan berkelanjutan dan berupaya dalam kontribusi pengurangan emisi dan efek rumah kaca.

 

 

 

 

 

 

2 thoughts on “Berkenalan Dengan Pajak Karbon”

  1. Pingback: Kapan Auditor Diperlukan? - Aktiva Pasiva

  2. Pingback: Sekilas tentang Greenflation - Aktiva Pasiva

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.